Deretan Brevet Koleksi Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya

JAKARTA – Sederet brevet koleksi Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya yang dimaksud diulas pada artikel ini menarik untuk diketahui. Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kecabangan Infanteri (Kopassus) ini menjabat Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI.
Penunjukan Novi Helmy menjadi Aster Panglima TNI berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/216/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 tentang pemberhentian dari serta pengangkatan pada jabatan di dalam lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Jabatan terakhir pria kelahiran Bangkalan, 10 November 1971 ini adalah Pangdam Iskandar Muda (IM). Berbagai institusi belajar militer telah dilakukan dilaluinya selain pada Akmil, antara lain Sesarcabif (1994), Selapa If (2003), Seskoad Dikreg XLVI (2008), Sesko TNI Dikreg XLIII (2016), juga Lemhannas PPSA (2022).
Sejumlah brevet diraihnya selama ini. Berikut deretan brevet koleksi Novi Helmy Prasetya:
1. Brevet Kualifikasi Komando Kopassus
Brevet yang dimaksud diperoleh prajurit Kopassus yang telah lama menyeberangi lembaga pendidikan serta latihan dalam Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Pendidikan yang mana berlangsung selama tujuh bulan ini meliputi institusi belajar dasar, pelatihan dalam hutan, gunung, rawa, kemudian laut.
2. Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad
Dilansir dari kostrad.mil.id, setiap prajurit yang memiliki brevet ini berarti telah dilakukan mengikuti latihan standarisasi prajurit Kostrad dan juga telah lama resmi menyandang predikat prajurit Cakra Kostrad.
3. Brevet Para Dasar
Brevet Para Dasar adalah lencana yang tersebut diberikan untuk prajurit TNI AD yang tersebut telah dilakukan lulus kursus terjun payung militer. Brevet ini merupakan simbol keahlian juga prestasi khusus di tempat bidang tertentu kemudian menandakan kompetensi teknis dan juga profesional prajurit.
Brevet juga menjadi lambang kebanggaan bagi prajurit yang berhasil meraihnya. Pendidikan Dasar Para TNI AD (Diksar Para) berlangsung selama empat minggu kemudian ditempuh di dua tahap: ground training serta penerjunan.






