Anggota Komisi III Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat Judi Online Internasional

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR Moh. Rano Alfath, memberikan apresiasi tinggi melawan keberhasilan Polda Jawa Timur di mengungkap sindikat judi online jaringan internasional yang mana memanfaatkan media sosial kemudian perusahaan fiktif untuk pencucian uang. Keberhasilan ini dinilai sebagai langkah nyata Polri pada menghadapi kejahatan siber yang mana semakin kompleks kemudian berdampak luas.
“Penghormatan kemudian apresiasi terhadap Polda Jatim, khususnya kawan-kawan Ditreskrimsus Polda Jatim Subdit Cyber, yang digunakan telah dilakukan bekerja keras membongkar sindikat yang digunakan sangat terorganisir ini,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, Mingguan (15/12/2024).
Langkah ini tidak ada cuma berhasil menghentikan perputaran uang haram pada jumlah total yang sangat besar, tetapi juga mengirimkan arahan kuat bahwa Polri hadir untuk melindungi rakyat serta melawan ancaman global seperti ini. Tidak hanya saja itu, Rano juga menyoroti efektivitas kebijakan Polri dengan menambahkan Direktorat Siber di tempat delapan Polda, termasuk Polda Jawa Timur, pada menangani kejahatan siber.
“Langkah Kapolri menambah Direktorat Siber dalam delapan Polda telah dilakukan terbukti efektif dan juga sesuai harapan. Kasus ini adalah bukti nyata bahwa keberadaan unit siber yang tersebut kuat lalu terlatih mampu menghadapi kejahatan teknologi tinggi secara cepat dan juga akurat,” katanya.
Menurut Rano, kejahatan seperti judi online juga pencucian uang tidaklah berbeda terpencil dari ancaman narkoba, sebab sama-sama merusak sendi-sendi sosial, ekonomi, lalu hukum masyarakat.
“Tipologi kejahatan seperti ini tumbuh dengan cepat. Pelaku semakin cerdas kemudian inovatif pada memanfaatkan celah teknologi untuk menyembunyikan kejahatan mereka. Polisi harus terus mengembangkan strategi agar setiap saat berada satu langkah, bahkan dua langkah di dalam depan mereka,” tegasnya.
Rano menambahkan pengungkapan seperti ini harus menjadi jadwal nasional, mengingat skala kerugian yang mana sangat besar, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan negara.
“Kami pada DPR, khususnya Komisi III, akan terus membantu penuh setiap upaya Polri, baik dari sisi regulasi, dukungan anggaran, hingga penguatan kapasitas teknologi juga personel, agar Polri semakin kuat di memberantas kejahatan siber yang digunakan terus berevolusi,” lanjut Rano.






