Otomotif

Daftar Mobil Hybrid Rakitan Lokal yang Bisa Dapat Insentif PPnBM 3%

JAKARTA – eksekutif Indonesia kembali menunjukkan komitmennya di menyokong perkembangan kendaraan ramah lingkungan dengan mengumumkan insentif Pajak Penjualan melawan Barang Mewah Ditanggung eksekutif (PPnBM DTP) sebesar 3 persen untuk mobil hybrid.

Kebijakan ini disambut baik oleh para produsen juga calon konsumen yang sudah pernah lama menantikan stimulus untuk kendaraan hybrid.

Tidak semata-mata mobil hybrid, pemerintah juga melanjutkan pemberian insentif untuk mobil listrik, seperti:

– PPN DTP 10% untuk impor mobil listrik completely knocked down (CKD).
– PPnBM DTP 15% untuk impor mobil listrik completely built up (CBU) juga CKD.
– Pembebasan bea masuk impor mobil listrik CBU.

Produsen Diminta Segera Mendaftar

Menteri Industri Agus Gumiwang Kartasasmita mengimbau para produsen mobil hybrid untuk segera mendaftarkan model-model kendaraannya agar dapat menikmati insentif PPnBM DTP 3% mulai 1 Januari 2025.

“Untuk hybrid ini, saya minta agar segera para produsen mobil hybrid di dalam Indonesia untuk segera mendaftarkan merek-mereknya untuk kami, supaya tahun depan mulai 1 Januari telah mampu menikmati insentif stimulus yang telah disiapkan pemerintah,” kata Agus pada Pertemuan Pers Paket Stimulus Perekonomian untuk Kesejahteraan, Awal Minggu (16/12/2024).

Nah, berikut daftar mobil hybrid rakitan lokal yang digunakan berpotensi mendapatkan insentif PPnBM DTP 3%:

Model

1. Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid- Rp477,6 juta
2. Toyota Yaris Cross HEV- Rp440,6 juta
3. Hyundai Santa Fe Hybrid- Rp786,3 juta
4. Suzuki XL7 Hybrid- Rp288 juta
5. Suzuki Ertiga Hybrid -Rp277 juta
6. Wuling Almaz RS Hybrid- Rp442 juta
7. Haval Jolion HEV- Rp405 juta

Insentif PPnBM 3% untuk mobil hybrid diharapkan dapat:

– Menguatkan transaksi jual beli mobil hybrid: Harga mobil hybrid yang mana lebih lanjut terjangkau akan menyokong minat masyarakat.
– Mengurangi emisi karbon: Pemanfaatan mobil hybrid dapat berkontribusi pada pengurangan polusi udara.
– Mendorong bidang otomotif: Insentif ini dapat menarik penanaman modal dan juga memacu produksi mobil hybrid di area Indonesia.

Dengan biaya yang digunakan tambahan terjangkau, diharapkan mobil hybrid dapat menjadi pilihan baru bagikonsumen.

Related Articles

Back to top button