Jai Opetaia Jam KO David Nyika Cuma 4 Ronde, Pertahankan Sabuk IBF

Jai Opetaia meningkatkan statusnya sebagai petinju kelas penjelajah terkemuka pada dunia ketika ia secara brutal menghentikan David Nyika di empat ronde untuk mempertahankan sabuk IBF -nya. Selama tiga ronde yang menghibur dalam Gold Coast Convention Centre, petinju Australia lalu penantangnya yang digunakan sebelumnya tak terkalahkan ini rela bertukar serangan.
Mereka berdua sama-sama terluka ketika ronde keempat, Opetaia mendaratkan pukulan kiri yang digunakan menjatuhkan Nyika dengan sangat menyakitkan serta berat, kemudian sampai-sampai ia harus terkapar di dalam menghadapi kanvas untuk waktu yang tersebut cukup lama, sementara kegelisahan akan kondisinya semakin meningkat.
Nyika, seperti halnya Opetaia, 29, akhirnya kembali berdiri dan juga mengundurkan diri dari dari ring. Petinju Selandia Baru ini menerima laga hari Rabu dengan pemberitahuan tiga minggu sebelumnya setelahnya Huseyin Cinkara mengundurkan diri lantaran cedera, kemudian agresi yang dimaksud ia tampilkan telah dilakukan meningkatkan reputasinya serta mungkin saja akan memberikan kesempatan lebih besar sejumlah lagi baginya.
Opetaia terakhir kali berlaga dalam negara asalnya pada bulan Juli 2022, pada waktu ia dengan luar biasa menahan rahang yang mana patah untuk melengserkan Mairis Briedis sebagai juara. Jika Opetaia juga diakui sebagai petarung terbaik Australia, pada waktu ia terlibat di pertarungan seperti yang dimaksud terjadi dengan Nyika, ia juga dikenal luas sebagai petarung yang mana paling keras serta menghibur.
Para pengamat profesinya semakin menganggapnya mampu menjadi petinju kelas penjelajah yang dimaksud sejenis mengesankannya dengan Oleksandr Usyk, Evander Holyfield dan juga David Haye, tetapi untuk semua kegembiraan yang digunakan beliau jaminkan ketika menghadapi Nyika, penampilan yang tersebut beliau hasilkan juga merupakan salah satu yang mana paling tidaklah sempurna.
Agresi Nyika, sejak bel pertandingan berbunyi lalu sebagian merupakan konsekuensi dari keunggulan yang digunakan signifikan pada hal ukuran, berkontribusi pada kecerobohan yang digunakan dengannya, hingga ronde keempat, Opetaia juga secara teratur meleset dari sasarannya.
Ia berhasil pada awal ronde pertama dengan sebuah tinju kiri ke arah dagu, sebelum kemudian menerima sebuah pukulan straight kanan. Ia lalu mengayunkan sebuah pukulan kanan liar kemudian gagal mengenai sasaran, dan juga dua tinju kiri, sebelum mendaratkan sebuah tinju kiri ke arah tubuh, meleset dari sasaran dengan tinju kiri berikutnya, juga berhasil menyarangkan tinju kanan beruntun ke arah tubuh.
Saat ia kembali gagal dengan pukulan kanan lainnya pada awal ronde kedua, hal itu kemungkinan besar menjadi pengingat lebih banyak lanjut tentang perlunya kehati-hatian yang lebih banyak besar, setidaknya pada waktu menghadapi lawan yang digunakan bermental menyerang lalu sampai ia dapat mengatur waktu kemudian jarak. Opetaia mendaratkan sebuah pukulan kanan lalu melukai Nyika dengan tinju kiri, yang mana memancing serangan lebih tinggi lanjut dari Nyika ketika mereka itu bertukar serangan, yang tersebut berujung pada pukulan straight kanan yang dimaksud melukai Opetaia sebelum ronde berakhir.
Opetaia membalas sebuah pukulan straight kanan lainnya dengan kombinasi kiri-kanan pada awal ronde ketiga, lalu ketika ia berhasil masuk ke tubuh Nyika sebelum mendaratkan sebuah hook kanan ke arah kepala, ia menampilkan tanda-tanda yang digunakan meyakinkan bahwa ia sudah pernah berhasil membaca lawannya. Dimensi tubuh Nyika berlanjut menjadi masalah, dimana kekuatan mentahnya kembali melukai Opetaia pada waktu ia mendaratkan pukulan kanan lainnya ketika sang Juara Bumi itu terjebak di tempat tali ring.
Momentumnya semakin dibangun pada awal ronde keempat, ketika ia mendaratkan sebuah pukulan straight kiri serta kanan, sebelum sebuah hook kiri lainnya yang dimaksud mendarat dengan kuat dan juga akurat. Nyika kembali terluka, namun ia masih bertahan, kemudian pasca Opetaia menunjukkan kemampuannya untuk bergerak dalam sekelilingnya serta mendaratkan sebuah pukulan kanan dari jarak dekat, sang penantang ini pun terjungkal ke berhadapan dengan kanvas untuk pertama kalinya.
Saat Nyika kembali berdiri juga merekan melanjutkan pertukaran serangan, dua pukulan kanan beruntun menciptakan Nyika rentan pada tali ring juga harus berjuang untuk masih berdiri. Opetaia lalu melontarkan pukulan kiri keras yang digunakan segera mengakhiri laga pertahanan gelarnya yang digunakan ketiga; pasca penantian panjang bagi Nyika untuk pulih, waktu penghentian laga ini pun diberitahukan pada menit 2:17.






