Nasional

Kronologi Penetapan Hasto Kristiyanto Tersangka Kasus Suap Harun Masiku

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah pernah menetapkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto (HK) sebagai terperiksa perkara aksi pidana korupsi memberi hadiah atau janji untuk Wahyu Setiawan, Anggota KPU periode tahun 2017-2022. Selain Hasto, advokat PDIP Donny Tri Istiqomah juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Atas perbuatan saudara HK yang dimaksud KPK selanjutnya melakukan ekpos serta lain-lain dan juga akhirnya menerbitkan surat perintah penyidikan bernomor Sprindik,” kata ketua KPK Setyo Budiyanto pada jumpa pers, Selasa (24/12/2024).

“Dengan uraian penyidikan perkara aksi pidana korupsi yang tersebut diadakan HK bersama-sama dengan Harun Masiku kemudian kawan-kawan dalam bentuk pemberian hadiah atau janji terhadap Wahyu Setiawan selaku Anggota KPU periode 2017-2022 bersama-sama dengan Agustiani Tio F terkait penetapan Anggota DPR RI terpilih 2019-2024,” sambungnya.

Adapun kronologi persoalan hukum ini diawali ketika Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, ketika para kandidat yang digunakan diusung PDIP bertarung dalam Dapil I Sumatera Selatan. Suara terbanyak pada waktu itu dikantongi Nazaruddin Kiemas, akan tetapi yang bersangkutan meninggal dunia sebelum pemungutan pengumuman digelar.

Seharusnya, pengganti Nazaruddin adalah Riezky Aprilia yang digunakan memperoleh 44.402 kata-kata (terbanyak kedua), sedangkan Harun Masiku semata-mata memperoleh 5.878 suara. Namun di hal ini, ada upaya dari Hasto agar Harun Masiku bisa jadi menggantikan Nazaruddin sebagai Anggota DPR terpilih melalui upaya Judical Review ke Mahkamah Agung (MA).

“Saudara HK mengajukan Judicial Review untuk Mahkamah Agung tanggal 24 juni 2019. Menandatangani surat nomor 2576/ex/dpp/viii/2019 tgl 5 Agustus 2019 perihal permohonan pelaksanaan putusan Judicial Review,” lanjut Setyo.

Akan tetapi, pasca keluarnya putusan MA, KPU bukan mau melaksanakan putusan tersebut. Hal itu menghasilkan Hasto memohonkan fatwa terhadap MA.

Di pada waktu KPU menolak melaksanakan putusan Mahkamah Agung, Hasto mengambil langkah-langkah lain, termasuk memohon Riezky Aprilia untuk mundur agar posisinya digantikan Harun Masiku. Bahkan Hasto mengirimkan utusannya menemui Riezky dalam Singapura untuk kembali memohonkan mundur, namun hal itu ditolak oleh yang mana bersangkutan.

Related Articles

Back to top button