Meski kontervesial, UFC menolak laga ulang Yadong lawan Cejudo

DKI Jakarta – ketua eksekutif Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White menolak mengadakan laga ulang kelas bantam antara Song Yadong melawan Henry Cejudo pasca laga Utama UFC Seattle berakhir dengan kontroversial lantaran aksi colok mata.
"Tidak serupa sekali," kata Dana White tentang ketertarikannya untuk melakukan pertandingan ulang pada konferensi pers pascalaga UFC Seattle sebagaimana disitir dari laman MMA Fighting di tempat Jakarta, Senin.
Pertandingan kelas bantam itu berakhir pasca ronde ketiga ketika Cejudo tiada dapat melanjutkan pertandingan sebab terkena pukulan di tempat bagian mata yang tersebut dilayangkan oleh Yadong di sebuah pertukaran serangan atas.
Cejudo berulang kali mengungkapkan "Saya tidak ada sanggup melihat" pada waktu berbicara dengan pelatihnya, yang mana menyebabkan dokter di dalam pinggir ring menghentikan pertarungan.
Setelah tiga ronde selesai, kartu penilaian juri pun dihitung dengan Yadong meraih kemenangan melalui kebijakan teknis, namun Dana White telah terjadi meninjau cukup berbagai hal sehingga ia tiada ingin melihatnya lagi, terlepas dari bagaimana hasilnya.
"Bahkan tak sedikit pun. Saya semata-mata tak ingin melihatnya lagi," katanya.
Baca juga: pimpinan UFC tiada menjamin Ilia Topuria segera hadapi Islam Makhachev
White bukan terlalu menyalahkan Cejudo dikarenakan tidak ada dapat melanjutkan pertandingan, meskipun ia sebanding sekali tidaklah terkejut ketika pertarungan berakhir pasca pukulan yang disebutkan mengganggu penglihatannya pada ronde ketiga.
Ia juga tidaklah mempertimbangkan perlunya pengurangan poin sebab menurut perkiraannya, Yadong tiada melakukan pelanggaran dengan sengaja.
"Mengapa beliau (Yadong) mencolek matanya (Cejudo)? Dia melakukannya dengan cukup baik. Jika beliau sedang mendapat pukulan, kemudian ia mencolek matanya, Anda kemungkinan besar bisa jadi berargumen," katanya.
Namun, White merasa senang dengan keseluruhan kartu pertandingan di area Seattle serta White jelas bukan terlalu antusias pada waktu mengkaji bagaimana turnamen utama yang disebutkan berakhir, teristimewa sebab situasi yang dimaksud melingkupi penghentian pertandingan.
“Dengar, colok mata tiada pernah bagus tapi itu banyak terjadi. Dan pertarungan akan berlanjut pasca colekan mata. Saya tidaklah tahu, saya harus meninjau berapa berbagai laga yang digunakan benar-benar dihentikan oleh sebab itu sebuah colekan ke arah mata. Tidak banyak," katanya.





