Pordasi jalin MoU dengan Pemprov Bali untuk percepat EDFZ

Ibukota Indonesia – Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menjalin nota kesepakatan (MoU) dengan otoritas Provinsi (Pemprov) Bali untuk mempercepat realisasi zona bebas penyakit kuda (Equine Disease Free Zone/EDFZ) skala internasional.
Kerja mirip ini merupakan aktivitas lanjut dari kegiatan PP Pordasi yang mana akan menerapkan EDFZ di tempat wilayah Jabodetabek kemudian Bali sebagai langkah menekankan pentingnya animal welfare yang tersebut menjadi pondasi utama pada pengembangan peternakan lalu olahraga berkuda.
"Saat ini Bali bebas penyakit kuda skala nasional, sehingga perlu ditingkatkan ke skala internasional. Bali memiliki prospek besar menjadi pusat olahraga berkuda dunia," kata Ketua Komisi Peternakan, Kesehatan, dan juga Registrasi Ternak Kuda PP Pordasi Muladno terhadap ANTARA di tempat Jakarta, Senin.
Muladno menilai Bali miliki prospek besar menjadi tuan rumah event olahraga berkuda bertaraf internasional yang mana harus didukung dengan standar kondisi tubuh juga kesejahteraan kuda yang dimaksud memadai.
"Kuda yang dimaksud ada di dalam Bali harus terdaftar mulai dari kuda lokal maupun elit. (Kini) PP Pordasi, Pengprov Bali mulai berkoordinasi dan juga mengurus semua itu," tegas Muladno.
Sebagai destinasi wisata, peternakan dan juga berbagai event kuda di tempat Bali merupakan bagian dari sport tourism yang dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dikutip dari Fakta Dinas Wisata Bali mencatat pada tahun 2024 Bali dikunjungi sekitar 16,8 jt wisatawan dengan rincian 6,3 jt wisatawan di negara lain dan juga 10,5 jt wisatawan domestik. Tahun ini, otoritas Provinsi Bali berusaha mencapai kunjungan 17 jt wisatawan.
Sebelumnya Sekretaris Dinas Pertanian serta Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ni Luh Sukadani menyambut baik langkah strategis PP Pordasi demi merealisasikan zona bebas penyakit kuda skala internasional khususnya pada wilayah Bali.
Ke depannya, Ni Luh Sukadani berharap PP Pordasi turut mengembangkan konsep peternakan kuda berskala internasional serta sistem pengawasan yang digunakan ketat, sehingga terwujud nol persoalan hukum penyakit kuda di area Bali.
Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga tahun 2022 jumlah keseluruhan populasi kuda pada Bali mencapai 82 ekor, turun dibandingkan tahun 2021 sebanyak 122 ekor.
Kasus penurunan populasi kuda menjadi perhatian penting Pordasi baik pusat serta tempat yang dimaksud bekerjasama dengan pemda untuk menggalakkan pengembangan peternakan kuda terintegrasi.
Ketua Pengprov Pordasi Bali, I Wayan Gede Suadnyana berjanji akan menciptakan integrasi pengembangan peternakan kuda dan juga membantu penuh upaya PP Pordasi serta Pemprov menciptakan zona bebas penyakit kuda.






