Nasional

Qatar Penyertaan Modal 1 Juta Rumah pada Kemayoran-Senayan, DPR: Jangan Lebihi Permintaan Pasar

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyambut baik kerja sebanding Indonesia-Qatar merancang 1 jt rumah susun di tempat Jakarta. Namun, beliau mengingatkan dibutuhkan kesesuaian data keinginan perumahan di dalam Ibukota untuk mengantisipasi suplai berlebih.

“Masuknya pemodal Qatar untuk terlibat di inisiatif 3 jt rumah tentu kita sambut baik. Hanya belaka perlu dipastikan jumlah keseluruhan permintaan rumah pada lokasi sasaran sehingga bukan terjadi over supply rumah yang digunakan mengganggu likuiditas dari pengembang perumahan,” ujar Syaiful Huda, Kamis (9/1/2025).

Nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pembangunan ekonomi kerja mirip penyelenggaraan rumah antara Qatar juga Indonesia diteken Menteri Perumahan lalu Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dengan perwakilan Qatar Syekh Abdul Aziz al-Thani di area Istana Merdeka, DKI Jakarta Pusat disaksikan dengan segera Presiden Prabowo Subianto.

Rencananya, Qatar merancang 1 jt rumah terjangkau di bentuk rumah susun di dalam Kemayoran hingga Senayan.

Huda mengatakan, rencana pengerjaan rumah susun jutaan unit dalam Ibukota harus mengkaji prospek supply kemudian permintaan. Hal ini penting agar pasokan rumah tak melebihi keinginan pasar.

“Kalau nanti pasokan berbagai tetapi bukan terserap bursa akibat melebihi permintaan maka akan sejumlah terjadi rusun-rusun kosong yang tersebut tak berpenghuni. Hal itu juga jadi permasalahan besar,” ucapnya.

Masuknya penanam modal Qatar sangat membantu realisasi kegiatan 3 juta/tahun. Apalagi penanam modal Qatar akan memulai pembangunan penuh 1 jt rumah yang dimaksud termasuk di hal penyediaan dana hingga kontraktor. Sedangkan pemerintah Indonesia semata-mata menyediakan lahan.

“Tentu ini sangat membantu sebab dukungan APBN untuk sektor perumahan semata-mata pada kisaran Rp40,2 triliun saja, terdiri dari alokasi Kementerian PKP Rp5,27 triliun dan juga pembiayaan perumahan dengan total Rp35 triliun. Hitungan ini dalam menghadapi kertas tiada cukup untuk membiayai pembangunan 3 jt rumah/tahun,” ujarnya.

Politikus PKB ini mewanti-wanti agar keikutsertaan penanam modal benar-benar dioptimalkan di acara 3 jt rumah. Optimalisasi yang disebutkan cuma sanggup diadakan jikalau kegiatan ini didukung data solid.

“Termasuk data status lahan untuk lokasi perumahan, data penduduk berpenghasilan rendah yang dimaksud menjadi sasaran program, hingga data regulasi yang digunakan menjadi dasar penyelenggaraan program,” katanya.

Related Articles

Back to top button