Viby Indrayana Jadi Wasekjen PP-PII, Diharapkan Bikin Bagian Konstruksi Semakin Maju

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PP-PII) Ilham Akbar Habibie resmi melantik lebih tinggi dari 380 orang Pengurus Pusat PII periode 2024-2027 di area Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, pada Mulai Pekan (20/1/2025). Dalam kepengurusan itu, terdapat tokoh nasional hingga para guru besar dari berbagai perguruan tinggi.
Mereka pada antaranya, Prof. Agus Taufik Mulyono. (Universitas Gadjah Mada), tokoh dari unsur pemerintahan, Dr. Ir. Desiderius Viby Indrayana (Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan lalu Perkotaan OIKN), tokoh dari unsur profesi profesional, Ir. Iman Purwoto, (Ketua Umum ASTEKINDO), lalu Ir. Eqbal Ludy (Pengurus Lembaga Pembangunan Jasa Konstruksi).
Ahli Hukum Kontrak Konstruksi dan juga Kerja Sama eksekutif dan juga Badan Usaha (KPBU) Finsensius Mendrofa menilai, masuknya nama Desiderius Viby Indrayana sebagai Wasekjen PP-PII periode 2024-2027 cukup menarik. Karena, latar belakang Viby Indrayana merupakan Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, kemudian Perkotaan Otorita Ibu Perkotaan Nusantara, dan juga Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA).
“Munculnya nama Desiderius Viby Indrayana merupakan salah satu tokoh muda Indonesia pada sektor keselamatan proses pembuatan menambah gairah kemudian juga harapan yang dimaksud tambahan besar terhadap warna PP PII yang tersebut lebih lanjut dinamis juga progresif,” kata Finsensius di keterangannya, Awal Minggu (20/1/2025)
Finsensius menyampaikan, Viby Indrayana merupakan tokoh sentral pada operasionalisasi serta pengelolaan IKN yang menjadi perwujudan keberlanjutan kerja dari perencanaan, serta penyelenggaraan pembangunan sebagai hasil kerja para insinyur Indonesia. “Beberapa karya besar yang mana telah dilakukan dibuat oleh Desiderius Viby Indrayana salah satunya adalah memproduksi model safety leadership pada sektor proses pembuatan pada Indonesia,” puji Finsen.
Selain itu, lanjut Finsen, Viby yang tersebut merupakan alumni doktor lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), juga menggawangi, menginisiasi terbitanya Level of Service dari pengelolaan aset di area Indonesia. Karena, selama ini keilmuan proses pembuatan lebih besar mengedepankan pada aspek perencanaan juga pelaksanaan.
Ditambah, Viby yang menjadi salah satu punggawa inti PP-PII, juga bergerak berbagi ilmu mengajarkan terkait profesionalisme keinsinyuran. Termasuk mengajar mengena aspek keselamatan, kemampuan fisik kerja juga lingkungan (K3L) di area Universitas Indonesia (UI) pada Inisiatif Studi Pendidikan Profesi Insinyur.
Sebagai sebuah institusi besar yang digunakan didukung oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tutur Finsen, PII merupakan institusi yang tersebut sifatnya substantif serta mutlak wajib dihadiri oleh oleh segenap insinyur Indonesia.
“Tidak hanya saja berkaitan sebagai suatu kelompok networking, tetapi merupakan juga amanat UU yang digunakan mana wajib hukumnya bagi para insinyur Indonesia yang mana akan menjalankan kegiatan keinsinyuran memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dan juga PII menjadi satu-satunya institusi secara undang-Undang yang tersebut diperbolehkan untuk melegitimasi seseorang Insinyur,” papar dia.






