Top 10 Petinju Kelas Berat Abad Ke-21: Sejarah Oleksandr Usyk!

Inilah Top 10 Petinju Kelas Berat dalam abad ke-21 yang mana memunculkan Oleksandr Usyk mencatatkan sejarah juara tak terbantahkan lalu petinju tak terkalahkan. Kemenangan gemilang kedua berturut-turut Oleksandr Usyk melawan Tyson Fury mengukuhkan dirinya sebagai petinju kelas berat terbaik pada generasinya – sebuah penghargaan virtual yang digunakan dapat ia tempatkan di tempat rak hipotetisnya pada samping gong “Petinju Kelas Berat Terbaik di dalam Generasinya”.
Namun, bagaimana penilaiannya di jangka waktu yang tersebut lebih lanjut panjang? Dengan abad ke-21 yang tersebut akan segera memasuki kuartal kedua, ini adalah waktu yang dimaksud tepat untuk menilai siapa pada antara para petarung besar pada olahraga ini yang tersebut sudah memisahkan diri mereka itu dari yang digunakan lain sejak ketakutan akan Y2K terbukti tidak ada terbukti.
Dengan menggunakan formula penilaian rahasia lalu eksklusif yang dimaksud menimbang kemampuan, pencapaian, lalu aktivitas, berikut ini adalah daftar petarung terbaik pada divisi teratas sejak tahun 1900-an yang mengucapkan selamat tinggal pada kita.
10. Chris Byrd
Posisi kesepuluh adalah sikap yang tersebut paling sulit untuk diisi, akibat ada berbagai penantang yang dimaksud saling bersaing, tak satu pun yang dapat dengan mudah membedakan diri merekan dari yang lain. Byrd yang bertubuh kecil mengambil sikap tersebut, berdasarkan sejumlah kemenangan solid melawan orang-orang seperti Evander Holyfield, David Tua, Jameel McCline, Fres Oquendo, lalu Vitali Klitschko – meskipun yang dimaksud terakhir adalah hasil dari pengunduran diri Vitali sebab mengalami cedera bahu.
Satu-satunya kekalahan pada kelas berat pada abad ini adalah dari Wladimir Klitschko (dua kali) kemudian Alexander Povetkin yang dimaksud masih muda. Siapa bilang ukuran tubuh itu penting?
9. Andy Ruiz
Jarang dianggap penting seperti yang mana seharusnya sebab fisiknya. (Saat ia menimbang berat badan untuk pertandingannya melawan Tor Hamer di dalam Macau tahun 2013, para penonton justru menertawakannya). Dedikasinya terhadap keahlian lalu kondisi tubuhnya memang benar patut dicurigai, lalu sejak kemenangannya yang mana mengejutkan berhadapan dengan Anthony Joshua, ia hampir tiada pernah tampil dalam menghadapi ring, namun ia miliki tangan yang dimaksud sangat cepat serta kemampuan yang digunakan mumpuni, juga dagu yang kuat. Dan beliau akan setiap saat mendapatkan di malam hari itu di area Madison Square Garden melawan Joshua.
8. Joseph Parker
Di awal karier profesional mereka, ada perdebatan sengit tentang siapa yang dimaksud lebih lanjut baik serta siapa yang akan miliki karier yang dimaksud lebih lanjut besar: Parker atau Joshua. Kekalahan beruntun dari Joshua serta Dillian Whyte mengakhiri diskusi tersebut, serta Parker tampaknya ditakdirkan untuk menjadi salah satu pesaing pada pertarungan kelas berat.
Namun kemenangan menghadapi Deontay Wilder dan juga Zhilei Zhang sudah menghidupkan kembali karirnya dan juga memberinya kesempatan kedua – meskipun bursa taruhan pasti akan mengharapkan tirai yang disebutkan runtuh pada waktu ia berhadapan dengan Daniel Dubois di area bulan Februari.
7. Deontay Wilder
Kemampuan tinju Wilder tiada perlu diragukan lagi: aksi kakinya rumit, ia tak dapat bertarung dengan sikap bertahan, kemudian pukulannya rutin kali mengarah berjauhan lalu melengkung ke sasaran.
Namun, Tuhan kasihanilah, mungkinkah pria itu memukul. Pukulannya kemungkinan besar merupakan pukulan kanan yang paling kuat pada sejarah tinju, lalu itu disampaikan dengan racun yang dimaksud asli. Dia juga berani; mungkin saja terlalu berani untuk kebaikannya sendiri, seperti yang mana terlihat pada trilogi Tyson Fury.






