Twiga Hadirkan Nkwe 4×4 MRAP, Kendaraan Tempur yang tersebut Mampu Melaju Kencang

JAKARTA – Organisasi Afrika Selatan Twiga Services and Logistics memperkenalkan kendaraan tempur baru Nkwe 4×4 Mine-Resistant Ambush Protected (MRAP) dengan spesifikasi mumpuni. Unit ini mampu memberikan proteksi maksimal serta melaju hingga 100 Km per jam.
Kendaraan tempur anti granat, ranjau lalu senjata ringan ini dipamerkan dalam turnamen Africa Aerospace and Defence (AAD) 2024.
Dilansir dari Army Recognition, Hari Jumat (4/10/2024) Nkwe, berarti Leopard pada bahasa Setswana. Kendaraan tempur ini telah lama lolos kualifikasi pada tahun 2024 dan juga dirancang untuk berbagai operasi militer kemudian pemeliharaan perdamaian.
Nkwe memberikan proteksi balistik NATO STANAG Level 2 untuk personel, menawarkan ketahanan terhadap peluru armor-piercing 7.62×39 mm. Kendaraan ini juga menawarkan pengamanan Level 1 untuk ruang mesin, melindunginya dari ledakan granat juga ranjau anti-personel.
Selain itu, Nkwe juga memberikan pengamanan ranjau Level 3a, mampu menahan ledakan 8 kg di area bawah roda mana pun atau pusat lambung. Level proteksi ini memungkinkan Nkwe beroperasi pada berbagai peran seperti infanteri motoris, anti-gerilya, pasukan khusus, dan juga operasi perkotaan.
Kendaraan ini didukung oleh mesin diesel turbocharged empat silinder Mercedes-Benz 4.8L, menciptakan 218 hp pada 2.200 rpm juga 810 Nm torsi antara 1.200 juga 1.600 rpm, yang dikelola melalui transmisi manual-otomatis delapan kecepatan. Sistem ini memungkinkan Nkwe mencapai kecepatan maksimum 100 km/jam.
Sistem suspensi dirancang untuk kondisi off-road, serta kendaraan ini dilengkapi dengan ban radial tanpa ban dengan Run Flat Inserts (RFI), Central Tyre Inflation System (CTIS), kemudian Anti-lock Braking System (ABS), meyakinkan kendaraan tetap memperlihatkan beroperasi di tempat berbagai medan. Berat total kendaraan (GVM) adalah 9.500 kilogram, kemudian dilengkapi dengan tangki materi bakar diesel 200 liter.
Nkwe tersedia di beberapa konfigurasi, termasuk Armored Personnel Carrier (APC), Weapons Sistem (WP), serta Battlefield Ambulance. Memiliki tempat duduk untuk 10 orang, termasuk pengemudi lalu komandan, dengan delapan penumpang tambahan.
Kendaraan dapat dikonfigurasi dengan kemudi kiri atau kanan juga dilengkapi dengan sistem pendingin udara yang memberikan 17.000 BTU pendinginan. Juga dilengkapi dengan 10 port senjata serta dapat dilengkapi dengan stasiun senjata manual atau jarak jauh, sehingga dapat memenuhi berbagai peran operasional.
CEO Twiga, Damian de Lange, menyatakan Nkwe dirancang untuk memungkinkan pengiriman teknologi yang digunakan mudah untuk manufaktur lokal. Selain itu, kendaraan ini memperkenalkan peningkatan driveline baru untuk kendaraan lapis baja Twiga yang digunakan lebih banyak tua, seperti Mamba lalu Nyoka.
Komponen driveline baru, yang tersebut telah lama lolos kualifikasi untuk digunakan pada kendaraan ini, memberikan kinerja yang dimaksud lebih lanjut tinggi sambil memungkinkan lambung kendaraan yang digunakan ada untuk digunakan kembali. Pengembangan ini diharapkan dapat menunda masa operasional wadah ini selama dua dekade mendatang.






