Amuk Dillian Whyte Habisi Ebenezer Tetteh pada 7 Ronde

Pertarungan kelas berat antara Dillian Whyte juga Ebenezer Tetteh di area Gibraltar terlihat aneh pada waktu pertama kali diumumkan. Dan, Mingguan waktu malam memenuhi ekspektasi, baik pada hal yang dimaksud terbaik maupun yang terburuk.
Dengan kedua pria yang tersebut hancur pasca pertukaran pertama, para penonton dalam Gibraltar disuguhi tontonan yang sangat menarik dari dua petarung kelas berat yang dimaksud tidak ada bugar – keduanya terlalu lelah untuk melindungi diri merek sendiri, apalagi bergerak – berdiri dalam satu titik serta saling melontarkan pukulan satu serupa lain selama tujuh ronde. Setelah ronde ketujuh, Tetteh memutuskan bahwa ia sudah ada muak kemudian bahwa bertarung dengan Whyte tak lagi menyenangkan.
Hingga pada waktu itu, ia dan juga Whyte bersenang-senang. Mereka memahami tugas mereka, merekan menemukan semangat yang digunakan identik satu mirip lain, juga mereka membuang segala bentuk pertahanan demi menghajar lawan dengan pukulan apa pun yang mana merekan miliki. Hal ini menyebabkan pertukaran serangan yang tak terhitung jumlahnya juga ini juga berarti bahwa ketika keduanya mulai kelelahan – di area pertengahan ronde pertama – Anda akan rutin mengamati salah satu dari mereka, atau keduanya, menyodok, mendorong, serta melontarkan pukulan untuk terus memberikan kesan bahwa merek sedang sibuk bekerja.
Sejak awal, laga ini menunjukkan keputusasaan dari keduanya. Tetteh, yang tersebut memasuki ring dengan mengenakan kaus polo hitam, belum pernah mencapai level seperti Whyte sebelumnya, sedangkan Whyte, yang dimaksud kariernya mandek di beberapa tahun terakhir akibat pelanggaran obat-obatan terlarang, sekarang ini berada pada tahap pada mana keputusasaan menjadi pendorong utamanya.
Dia tahu, pada usia 36 tahun, bahwa ia tidak ada miliki berbagai waktu tersisa lalu beliau juga tahu bahwa kegagalannya untuk kembali menjalani tes narkoba untuk meningkatkan performa telah dilakukan merampas bukanlah belaka pertarungan ulang yang tersebut menciptakan banyak uang dengan Anthony Joshua, tetapi juga pertarungan besar lainnya dalam Timur Tengah; yang tersebut sudah pernah menjadi tujuan utama para petinju kelas berat.
Dengan rekor 31-3 (21), Whyte akan berharap ini belum terlambat serta ia dapat kembali mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mendapatkan bayaran yang digunakan besar. Kemenangan di malam hari ini melawan Tetteh, yang mana dihentikan Daniel Dubois pada satu ronde, tak akan banyak membantu kepercayaan diri petinju jika London ini, kemudian juga tidak ada akan berarti berbagai bagi siapa pun di tempat luar kubunya, namun bukanlah itu masalahnya.
Saat ini, yang terpenting adalah Whyte memiliki nama, keburukan, lalu aktivitas. Pada saatnya nanti, ketika orang-orang telah lupa atau tak peduli lagi, ia akan dilihat sekali lagi cuma sebagai komoditas semi-pasar; B-side yang tersebut sempurna untuk waktu malam pada Arab.






