Dorong Pemanfaatan QRIS, Industri Pembayaran Digital Kedatangan Pemain Baru

JAKARTA – PT Qoin Digital Indonesia meramaikan lapangan usaha pembayaran non tunai dengan meluncurkan jaringan dompet digital Qoin. Dompet digital itu menawarkan solusi pembayaran yang dimaksud inovatif, aman lalu mudah diakses untuk para pengguna.
Sebagai pendatang baru dalam bidang yang dimaksud mengalami perkembangan pesat, Qoin hadir untuk memberikan kemudahan operasi digital yang dimaksud aman, efisien, kemudian nyaman bagi rakyat Indonesia.
Mengusung keunggulan sebagai pelaksana QRIS (QR standar Indonesia), Qoin memungkinkan para pelaku perniagaan untuk dengan cepat serta mudah menerapkan QRIS sebagai salah satu opsi pembayaran di tempat perusahaan mereka. Dengan diperkenalkan layanan penerbit QRIS, Qoin mengupayakan inisiatif Bank Indonesia di meningkatkan inklusi keuangan dan juga menyokong terciptanya Less Cash Society di area Indonesia.
Tak semata-mata untuk bisnis, pengguna aplikasi mobile Qoin juga dapat melakukan pembayaran di tempat ribuan merchant yang telah lama terintegrasi dengan sistem QRIS, baik secara online maupun offline. Kemampuan itu memberikan kenyamanan lebih tinggi bagi para pengguna untuk mengakses layanan pembayaran secara luas tanpa hambatan.
“Qoin hadir dengan misi untuk memberikan kemudahan akses ke layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan penduduk Indonesia. Kami menyadari betapa pentingnya pengalaman pengguna yang nyaman juga aman di setiap transaksi,” kata Direktur Utama PT Qoin Digital Indonesia Ari Stefanus, di keterangannya, Selasa (19/11/2024).
Qoin memiliki beberapa fasilitas unggulan perangkat lunak pada antaranya, pembayaran tagihan telepon pascabayar, listrik, air, telepon, BPJS, gas, internet kemudian TV kabel. Kemudian, pengisian ulang keseimbangan pulsa, dompet elektronik juga e-toll. Pembelian token listrik prabayar lalu paket data, pembayaran menggunakan QRIS di dalam berbagai merchant, juga transaksi dana ke tabungan bank lain atau antar pengguna Qoin.
“Qoin ingin menjadi mitra bagi rakyat dan juga pelaku bidang usaha pada memanfaatkan operasi digital secara lebih tinggi luas juga inklusif,” tutup Ari






