FIFPro nilai sanksi Komdis PSSI untuk Yuran Fernandes terlalu berat

Ibukota – Federasi Internasional Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) mengumumkan sanksi larangan bermain selama satu tahun yang tersebut dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap kapten PSM Makassar Yuran Fernandes terlalu berat.
"FIFPro meyakini bahwa semua pesepak bola profesional mempunyai hak untuk dapat mengekspresikan pendapat mereka. Oleh oleh sebab itu itu kami sangat takut tentang adanya sanksi yang digunakan sangat keras serta tak proporsional yang digunakan diberikan terhadap Yuran Fernandes, yang digunakan membuatnya tiada dapat bekerja sebagai pesepak bola di Indonesi selama 12 bulan kemudian juga ditambah dengan denda uang," tulis FIFPro di pernyataannya yang mana diunggah di akun Instagram Asosiasi Pesepak bola Profesional Nusantara (APPI) pada Kamis.
Lebih lanjut, FIFPro akan terus berinteraksi dengan APPI sebagai perwakilan mereka pada Tanah Air untuk memberikan dukungan pada serangkaian banding sang pemain yang tersebut sedang berjalan.
"APPI menghormati langkah-langkah banding yang sedang berjalan di dalam komisi banding PSSI juga masih berinteraksi dan juga berkoordinasi dengan FIFPro lalu juga klub PSM Makassar," tulis APPI pada pernyataannya di dalam Instagram.
Hukuman Yuran berawal dari kekecewaannya terhadap kebijakan wasit pada laga PSM vs PSS Sleman pekan lalu. Yuran sempat mencetak gol, tetapi dianulir lewat VAR.
Yuran kemudian mengungkapkan kekecewaannya lewat unggahan pada media sosial, yang mana kemudian dihapusnya serta memohon maaf berhadapan dengan hal tersebut.
"Sepak bola ke Tanah Air belaka candaan. Makanya level kemudian korupsinya akan terus sama. Jika Anda ingin memunculkan uang, Anda bisa saja datang ke Indonesia. Jika Anda ingin bermain sepak bola serius, menjauhlah dari Indonesia," tulis Yuran Fernandes ketika itu.
Artikel ini disadur dari FIFPro nilai sanksi Komdis PSSI kepada Yuran Fernandes terlalu berat






