Inovasi Pertamina Gas Raih Penghargaan Dharma Karya Muda ESDM 2024

JAKARTA – PT Pertamina Gas (Pertagas) menerima penghargaan Dharma Karya dari Kementerian Daya dan juga Informan Daya Mineral (ESDM), menghadapi partisipasi di tempat sektor energi serta sumber daya mineral.
Penghargaan yang dimaksud diterima pasukan gugus pengembangan dari Operation Rokan Area yaitu FT-Prove DORA. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah berhadapan dengan komitmen perubahan yang tersebut dijalankan Pertagas di meningkatkan efisiensi operasional dan juga keselamatan kerja di dalam sektor energi, melalui perubahan alat Mesin Automatic Cleaning atau MAC NING.
Alat MAC NING yang tersebut diciptakan pasukan FT-Prove DORA membantu membersihkan filter strainer secara otomatis di area Metering Station Dumai. Sebelumnya, pembersihan filter strainer memerlukan pengaktifan line bypass yang tersebut dapat mengganggu stabilitas penyaluran minyak.
Berkat MAC NING, proses pembersihan ini saat ini semata-mata membutuhkan waktu sekitar 1 jam 4 menit, tanpa perlu membuka line bypass. Hasilnya, besar penyaluran minyak mentah masih terjaga pada bilangan 156.000 BOPD.
“Kami sangat bangga berhadapan dengan pencapaian pasukan FT-Prove DORA yang digunakan berhasil meraih penghargaan Dharma Karya Muda. Inovasi Mesin Automatic Cleaning (MAC NING) menunjukkan upaya pertagas pada meningkatkan efisiensi operasional serta menjamin keselamatan kerja dalam sektor energi,” ungkap Direktur Utama Pertamina Gas Gamal Imam Santoso pada keterangannya, Mulai Pekan (14/10/2024).
Inovasi MAC NING menghasilkan pekerjaan lebih banyak aman bagi para operator. Sebelumya, pembersihan filter strainer memiliki risiko tinggi dikarenakan operator bisa saja terpapar minyak mentah jenis Heavy Oil (HO) juga Sumatera Light Oil (SLC). MAC NING mengempiskan risiko tersebut, sehingga para pekerja merasa lebih banyak aman serta nyaman pada waktu bekerja.
Selain meningkatkan keselamatan, MAC NING juga membantu menghemat biaya. Pertagas tidak ada perlu lagi membeli filter strainer cadangan, yang mana dapat menghemat biaya hingga Rp519 juta. Sementara itu, biaya pembuatan alat MAC NING sendiri hanya saja Rp36,9 juta, menjadikannya solusi yang digunakan lebih banyak tidak mahal juga efisien.
Selain FT-Prove DORA, regu lain dari Sub Holding Gas juga menerima penghargaan yakni PC-Prove SIPLAH kemudian RT-Prove Semut Ireng. Gamal menambahkan, sebagai bagian dari Subholding Gas, Pertamina Gas akan terus berazam untuk terus menghadirkan pembaharuan yang digunakan menyokong ketahanan energi nasional dan juga keselamatan kerja.






