Mahasiswa Columbia dibebaskan hakim Negeri Paman Sam usai berunjuk rasa pro-Palestina

Washington – Pengadilan pada Vermont, AS, pada Rabu (30/4) memerintahkan agar Mohsen Mahdawi, manusia siswa Universitas Columbia kelahiran Tepi Barat yang digunakan telah dilakukan ditahan sebab membantah pro-Palestina di kampus, dibebaskan dengan jaminan.
Hakim pengadilan yang disebutkan menyatakan, ada "klaim substansial" bahwa penahanannya merupakan "balasan berhadapan dengan kebebasan berpendapat," lapor The Washington Post.
Mahdawi sudah menimbulkan "klaim substansial bahwa penahanannya merupakan hasil dari pembalasan menghadapi kebebasan berbicara yang dimaksud dilakukannya sebagai peserta didik ke kampus Columbia," tulis surat kabar yang disebutkan dengan mengutip pernyataan Hakim Distrik Geoffrey W. Crawford pada sidang Rabu.
Meskipun ada perintah pembebasan pengadilan, persoalan hukum federal terhadap Mahdawi, dan juga langkah-langkah imigrasinya, disebut akan terus berlanjut.
Pemerintahan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump berupaya mendeportasi Mahdawi, dengan alasan pada gugatan bahwa kritiknya terhadap tindakan negara Israel di dalam Wilayah Gaza serta aktivitas mengkritik sebelumnya "akan memiliki konsekuensi kebijakan luar negeri yang digunakan merugikan kemudian akan membahayakan kepentingan kebijakan luar negeri Negeri Paman Sam yang digunakan mendesak."
Kemudian masih pada hari yang tersebut sama, senator serta mantan kandidat presiden Bernie Sanders memuji kebijakan pengadilan tersebut, seraya menyebutnya sebagai "langkah progresif yang digunakan besar pada perjuangan berhadapan dengan otoritarianisme."
"Mohsen Mahdawi dibebaskan dengan jaminan hari ini dari penjara ilegalnya ke tangan pemerintahan Trump. Bagus. Di Amerika Serikat, Anda bukan seharusnya berakhir dalam sel penjara lantaran mengekspresikan pendapat Anda," kata Sanders dalam X.
Sebelumnya pada awal April, lembaga Imigrasi lalu Bea Cukai Amerika Serikat menahan Mahdawi, manusia penduduk tetap Amerika Serikat berusia 34 tahun, ketika Mahdawi sedang diwawancarai untuk memperoleh kewarganegaraan AS.
Sumber: Sputnik-OANA
Artikel ini disadur dari Mahasiswa Columbia dibebaskan hakim AS usai protes pro-Palestina






