Saham Allo Bank Milik CT Corp Terjun Bebas 91,48% usai Sentuh Level Tertinggi

JAKARTA – Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), bank digital milik CT Corp, terus berada pada tren penurunan tajam sejak mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) beberapa tahun lalu.Berdasarkan data, saham BBHI ditutup melemah 2,13% ke level Rp690 per saham pada Selasa (21/1/2025).
Dalam sebulan terakhir, saham besutan Chairul Tanjung (CT) ini telah dilakukan terkoreksi 14,29%. Bahkan, sepanjang setahun terakhir, saham BBHI anjlok hingga 45,88%, mengukuhkan tren penurunan signifikan.
Pada perdagangan 11 Januari 2022, saham BBHI sempat menyentuh level ATH dalam Rp8.100 per saham, didukung pelaksanaan aksi korporasi terdiri dari penambahan modal melalui rights issue.
Namun sejak rights issue tersebut, saham BBHI terus melemah, terjun hingga 91,48% dari rekor tertingginya. Penurunan ini mengindikasikan aksi ambil untung (profit-taking) besar-besaran oleh pemodal juga pudarnya narasi bank digital serta aksi korporasi perusahaan.
Kilas balik, rights issue BBHI pada awal 2022 sempat menjadi sorotan. Aksi ini melibatkan nama besar seperti Grup Salim, unicorn teknologi Bukalapak, hingga raksasa ride-hailing GRAB. Selain itu, Carro, Growtheum Capital Partners, kemudian Traveloka juga berpartisipasi, menyuntikkan modal inti BBHI sebesar Rp4,80 triliun.
Kinerja Keuangan Tertekan
Performa keuangan BBHI saat ini juga menunjukkan tekanan. BBHI mencatatkan laba bersih sebesar Rp302,59 miliar hingga kuartal III-2024. Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,69% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan periode yang dimaksud mirip tahun lalu yang mencapai Rp338,82 miliar.
Penurunan laba bersih ini terjadi meskipun pendapatan bunga bersih BBHI mengalami peningkatan 8,18 persen YoY, naik menjadi Rp818,69 miliar hingga kuartal III-2024 dari Rp756,77 miliar pada periode yang dimaksud mirip tahun sebelumnya.
Singkatnya, kinerja saham dan juga keuangan yang mana melemah ini menjadi tantangan besar bagi BBHI di dalam sedang ekspektasi pangsa terhadap bank digital yang semakin memudar. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada dalam tangan investor.






