IHSG Longsor hingga 6%, Wamen Pengembangan Usaha Soroti Soal Konsistensi Kebijakan pemerintahan

JAKARTA – Wakil Menteri Pengembangan Usaha serta Hilirisasi Todotua Pasaribu menyoroti pentingnya kepercayaan penanam modal terhadap pemerintah sebagai salah satu fundamental bursa saham RI.
Todotua mengatakan sentimen market muncul berdasarkan kepercayaan investor, bagaimana lingkungan ekonomi menilai kinerja pemerintah di menjalankan lalu menjamin kebijakan pembangunan ekonomi kemudian penegakan hukum.
“Namanya, itu tadi, kan pangsa itu based on trust. How they look the pemerintah itu bekerjanya seperti apa,” ujar Todotua pada kantornya, DKI Jakarta Selatan Selasa (18/3).
Menurutnya, fluktuasi pangsa saham adalah hal yang wajar tetapi yang digunakan menjadi perhatian utama adalah konsistensi pemerintah pada menjalankan kebijakan. Ia menegaskan pelaksanaan pembangunan ekonomi yang dimaksud terencana dengan baik dan juga kepastian hukum yang tersebut semakin kuat akan menjadi faktor kunci pada mendirikan kepercayaan investor.
“Berbicara pasar, ya fluktuatif naik turun itu biasa. Tapi kan kita ngeliat bagaimana sekarang pelaksanaan penegakkan hukum, yang mana sudah ada mulai lebih tinggi baik,” katanya.
Todotua juga menyampaikan upaya pemerintah pada menata kembali kebijakan pembangunan ekonomi dan juga meyakinkan realisasinya akan menjadi perhatian utama pelaku bursa ke depan. Dengan adanya langkah-langkah konkret dan juga konsistensi pada kebijakan, ia meyakini bahwa kondisi bursa saham akan tambahan stabil.
“Kita liat ke depan akan liat ke depannya apabila pemerintah konsisten pada menjalankan ini semua, saya pikir akan lebih banyak baik,” ujarnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, IHSG mengalami tekanan cukup signifikan, dipicu oleh berbagai faktor global maupun domestik. IHSG sempat anjlok lebih lanjut dari 6 persen, menghasilkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian market sementara alias trading halt selamat 30 menit.






