Carlos Adames Gagal Kalahkan Hamzah Sheeraz, Pertahankan Sabuk WBC

Hasil tinju dunia: gagal kalahkan Hamzah Sheeraz , petinju Carlos Adames mempertahankan sabuk WBC kelas menengah pada pertarungan Riyadh Season, Akhir Pekan (23/2/2025) pagi WIB. Ini adalah seharusnya menjadi di malam hari bagi Hamzah Sheeraz. Namun, bukanlah berarti Carlos Adames akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja.
Hamzah Sheeraz memasuki Kingdom Arena, Riyadh, sebagai penantang teratas pada divisi menengah, manusia petinju berusia 25 tahun yang tersebut menanjak naik peringkat dan juga mencetak 15 KO beruntun. Ia juga mendapat dukungan iklan dari Frank Warren lalu tampil untuk ketiga kalinya secara beruntun di kompetisi yang tersebut dibiayai oleh pialang tinju Turki Alalshikh.
Namun Adames adalah pemegang peringkat juara bertahan yang miliki lebih banyak banyak pengalaman secara keseluruhan, kemudian melawan lawan yang mana tambahan baik, oleh sebab itu ia pernah naik ring dengan para petinju seperti Patrick Teixeira, Sergiy Derevyanchenko, Julian Williams, dan juga Terrell Gausha. Dan Adames menggunakan pengalaman yang dimaksud untuk mempertahankan sabuk WBC-nya dengan selisih tipis, mempertahankannya melalui tindakan terbelah.
Salah satu juri menilai Adames unggul berjauhan 118-110, atau 10 ronde berbanding dua ronde. Namun juri lain mengawasi aksi yang dimaksud untuk Sheeraz, 115-114. Juri ketiga mengawasi hasil yang dimaksud mirip kuat, 114-114, yang mana berarti bahwa selisih satu poin cuma telah cukup untuk menjadikan Sheeraz sebagai pemenang.
Adames tampil agresif namun masih sabar. Sheeraz, seperti yang digunakan dijanjikannya, bekerja pada belakang jab-nya sambil berputar-putar, memanfaatkan postur tubuhnya yang tersebut setinggi 190 cm kemudian keunggulan tinggi badannya yang tersebut mencapai empat sentimeter. Adames menemukan sebuah kesempatan pada ronde kedua untuk mendaratkan sebuah pukulan kanan balasan menghadapi jab Sheeraz.
Sementara itu, Sheeraz tetap memperlihatkan bertahan dengan game plan-nya, mundur setengah langkah dan juga mendaratkan jab balasan pada satu titik, dan juga menggabungkan sepasang jab dengan cross kanan pada titik lainnya. Sheeraz terus bekerja dari jarak jarak jauh pada ronde ketiga juga keempat.
Adames sebagian besar masih menjaga jarak, sementara Sheeraz tetap memperlihatkan berada di jarak yang tersebut cukup dekat untuk menyarangkan hook kiri ke arah tubuh atau mencetak poin dengan pukulan kanan ke arah menghadapi sebelum ia mengundurkan diri dari dari jarak serang. Adames tak gentar, masih mengejar, lalu akhirnya ia meraih kesuksesan pada paruh kedua ronde kelima.
Sheeraz mendaratkan sebuah pukulan kanan yang digunakan bagus sebelum bel berbunyi. Namun, jikalau hal itu dimaksudkan untuk mengingatkan Sheeraz, Adames-lah yang mana memegang kendali pada ronde keenam, mencetak poin dengan kombinasi pukulan ke arah tubuh lalu kepala, memanfaatkan Sheeraz yang tersebut tidaklah lagi berdiri terlalu terpencil atau berbagai bergerak.
Pada ronde ketujuh, Sheeraz berupaya memanfaatkan agresi Adames untuk menyerang balik, dengan memasukkan sepasang serangan balik, termasuk sebuah uppercut kanan. Kedua petarung ini mendapatkan momen terbaik merek pada ronde kedelapan. Adames menyarangkan sepasang hook kiri ke arah tubuh Sheeraz, kemudian mencetak poin beberapa pada waktu kemudian dengan sebuah pukulan overhand kanan. Walau Sheeraz mundur beberapa langkah ke arah tali ring, ia tidaklah terluka parah serta segera membalas dengan pukulan kanannya.






