Tanpa Bantuan AS, negara Ukraina Tak Mampu Halau Serangan Udara Bebas Besar-besaran Rusia

MOSKOW – Rusia menembakkan rudal jelajah juga balistik ke negeri Ukraina di serangan besar pada hari Jumat. Itu pada waktu presiden negeri Ukraina memperbarui permohonannya untuk gencatan senjata sebagian di dalam akhir minggu di tempat mana Amerika Serikat menangguhkan bantuan militer juga pembagian intelijen dengan Kyiv.
“Serangan Rusia berusaha mencapai beberapa wilayah di dalam seluruh Ukraina, menggunakan hampir 70 rudal lalu hampir 200 pesawat tanpa awak,” kata Presiden tanah Ukraina Volodymyr Zelensky di dalam X, dilansir CNN. Dia menambahkan bahwa serangan “besar-besaran” itu “diarahkan terhadap infrastruktur yang mana menjamin hidup normal.”
Setelah serangan tersebut, Zelensky kembali menekankan keinginannya untuk gencatan senjata parsial – sebuah rencana yang tersebut pertama kali digulirkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron lalu sejak itu dibahas oleh sekutu tanah Ukraina pada Eropa, yang tersebut bertemu pada hari Kamis pada Brussels untuk sebuah pertemuan puncak pertahanan Uni Eropa yang digunakan penting.
Menggemakan rencana yang digunakan digariskan oleh Macron, Zelensky mengungkapkan bahwa ia berharap akan ada “keheningan di tempat langit – melarang pemakaian rudal, pesawat nirawak jarak jauh, serta bom udara,” dan juga “keheningan dalam laut – jaminan nyata untuk navigasi normal.”
Ia menambahkan pada hari Hari Jumat bahwa “pekerjaan paling intensif yang mana pernah ada” sedang berlangsung dengan kelompok Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjauhi kunjungan Zelensky ke Arab Saudi minggu depan untuk negosiasi guna mengakhiri pertempuran pada Ukraina.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Namun, pemerintahan Trump sudah memberikan pukulan lebih lanjut lanjut terhadap tanah Ukraina minggu ini, menghentikan pengiriman militer ke negara itu serta memutus pembagian informasi intelijen.
Gedung Putih juga sudah pernah menangguhkan akses tanah Ukraina ke citra satelit komersial yang dimaksud dibeli oleh pemerintah Amerika Serikat melalui perusahaan Maxar, kata juru bicara Badan Geospasial-Intelijen Nasional serta Maxar pada hari Jumat. Kyiv sudah lama menggunakan citra udara ini untuk melacak pergerakan pasukan Rusia, menilai medan, lalu membantu di perencanaan operasi militer.
Setelah berminggu-minggu hubungan yang dimaksud lebih tinggi bersahabat dengan Rusia, Trump mengeluarkan ancaman yang mana mengejutkan untuk Kota Moskow pada hari Jumat, dengan menyatakan “berdasarkan fakta bahwa Rusia benar-benar ‘menggempur’ Ukraina,” ia mempertimbangkan untuk mengenakan sanksi perbankan juga tarif skala besar terhadap Rusia hingga negara itu menyetujui gencatan senjata lalu penyelesaian damai akhir.
“Kepada Rusia juga Ukraina, segeralah berunding, sebelum terlambat,” kata Trump di tempat TruthSocial.






